dalam sejuput barisan tanah aku mengerang
merasai sakit yang tiada masuk akal
penat mataku mendelik kepada sang maut yang tersipu
seakan trakjub akan kematian
seakan musnah ditelan kebencian
dalam seuntai harap aku terengah
entah karena lelah atau malas
aku menjerit,tiba-tiba sakit itu datang
ngeri,takut,benci dan dendam bercampur
tak tertahan tapi sang maut enggan menjemput
tetap tersipu menertawai jasad yang lelah ini
aku marah,aku benci,aku dendam
kepada sang maut,kepada rasa sakit,kepada masa lalu
tapi hati ini membatukeras hitam dan retak
terus bertahan karena memang harus bertahan
biarkan terus disakiti oleh takdir
dalam sakit marah benci dan dendam..


2 komentar:
wah
Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih ya telah berbagi.
Kebetulan kemarin saya juga barusan menulis topik serupa tentang membalas dendam. Cek saja entri saya yang berjudul Balas Dendam Itu Manis? Saya yakin bisa jadi referensi silang yang menambah pengetahuan kita bersama.
Salam kenal, dan sampai jumpa lagi nanti.
Lex dePraxis
Unlocked
Posting Komentar